Kenapa Harus Kuliah di Prodi Sastra Sunda Unpad?

Program Studi (Prodi) Sasta Sunda adalah salah satu prodi yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Di prodi ini mahasiswa belajar banyak mengenai persoalan kasundaan dimulai dari persoalan bahasa, budaya, sastra dan bahkan mempelajari juga mengenai naskah-naskah kuno.

Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) Sastra Sunda, Dr. Hera Meganova Lyra, M.Hum., seperti dikutip dari podcast Sinatra episode 17 dari akun youtube Fakultas Ilmu Budaya, “Belajar di Prodi Sasta Sunda itu unik karena merupakan satu-satunya prodi Sunda yang ada di dunia. Memang ada juga di UPI dan STKIP Kuningan, tapi kedua prodi tersebut lebih fokus ke arah pendidikan atau mencetak mahasiswa menjadi guru basa Sunda. Kalau di Sastra Sunda Unpad fokusnya lebih membongkar ke arah penelitian yang luang lingkupnya lebih luas lagi.”

Kurikulum yang ada di Prodi Sasta Sunda Unpad juga menurut Dr. Hera sudah disesuikan dengan standar kompetensi nasional kurikulum OBE atau Outcome-Based Education yang mana mahasiswa lebih difokuskan kepada capaian pembelajaran lulusan yang outputnya tidak hanya  menambah dan mengembangkan wawasan, tetapi juga dibekali keahlian yang siap diaplikasikan di secara global.

“Saat ini Prodi Sasta Sunda Unpad juga sedang melangkah ke arah kurikulum standar internasional, karena Prodi Sasta Sunda Unpad tengah bersiap untuk melakukan akreditasi internasional,” kata Dr. Hera penuh harapan.

Menurut Dr. Hera, walaupun di Prodi Sasta Sunda Unpad mempelajari dan belajar banyak tentang lokalitas, namun untuk prospek lulusannya bersipat umum. Lulusannya mempunyai kemampuhan di bidang penelitian bahasa, budaya, sastra, dan pernaskahan, banyak yang bekerja di dinas pendidikan, dinas pariwisata dan kebudayaan, musium, perpustakaan, dan badan bahasa.

“Di swasta juga lulusan dari Prodi Sasta Sunda Unpad banyak yang bekerja di bidang perbankan, hubungan infromasi, media dan penyiaran, transfortasi, dan bahkan ada juga yang menjadi anggota dewan atau anggota legislatif,” kata Dr. Hera penuh kebanggaan.

Dr. Hera juga meyakini luasnya prospek lulusan Prodi Sasta Sunda Unpad tidak lepas dari bekal kemampuhan berbahasa dan pengetahuan budaya yang bisa diterima di berbagai sektor pekerjaan, “Karena kemampuhan berbahasa dan pengetahuan budaya bisa menjadi nilai jual dan nilai tambah bagi lulusan Prodi Sasta Sunda Unpad. Apalagi nilai-nilai budaya Sunda yang sudah terkenal adiluhung.”

Mahasiswa yang berkuliah di Prodi Sasta Sunda Unpad juga bukan hanya dari Jawa Barat dan orang Sunda saja, menurut Dr. Hera banyak juga mahasiswa dari luar Jawa Barat yang berkuliah di Prodi Sasta Sunda Unpad dan setelah lulus mereka bisa menguasai bahasa dan budaya Sunda, “Mahasiswa prodi Sunda, bukan hanya berasal dari Jawa Barat, luar Jawa Barat juga banyak yang ikut berkuliah di prodi Sunda, ada yang dari Kalimantan, Sumatra, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan dari daerah-daerah lainnya.”

Dr. Hera juga mengajak dan mengundang masyarakat yang tertarik untuk mempelajari nilai-nilai budaya Sunda untuk berkuliah di Prodi Sastra Sunda Unpad, “Di Prodi Sunda Unpad, mahasiswa akan dibekali kemampuhan berbahasa Sunda dan wawasan kebudayaan Sunda mulai dari naskah sunda, sastra sunda, hingga kehidupan masarakat Sunda sekarang ini. Di Prodi Sunda juga pengajarnya adalah ahli-ahli kasundaan yang karya dan jejaknya sudah di kenal di dunia. Ada 1 guru besar (profesor), 5 doktor, 7 kandidat doktor dan 1 orang magister yang siap untuk membekali mahasiswa mempelajari seluk-beluk bahasa, sastra dan budaya Sunda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.