Sejarah Prodi

Program Studi Sastra Sunda diawali dengan berdirinya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan  Sunda pada tahun 1958 didasarkan pada Surat Keputusan Yayasan Pembina Universitas Padjadjaran No. 6/FS/531, tertanggal 1 Oktober 1958 tentang Pembukaan Fakultas Sastra. Pada saat didirikan, Fakultas Sastra berada di bawah pembinaan Yayasan Pembina Universitas Padjadjaran.

Status Fakultas Sastra memperoleh legalitas yang lebih kuat dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri PPK no.66971/UU/60, tertanggal 12 Agustus 1960. Berdasarkan SK Menteri PPK tersebut, secara otomatis sejak tahun tersebut Fakultas Sastra secara resmi menjadi salah satu fakultas di lingkungan Universitas Negeri Padjadjaran atau tepatnya menjadi fakultas kedelapan di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Sejak tahun 1964, setidaknya ada sebelas jurusan yang dimiliki Fakultas Sastra. Adapun kesebelas jurusan dimaksud adalah Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Daerah, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Bahasa dan Sastra Perancis, Jurusan Sejarah, Jurusan Bahasa dan Sastra Jepang, Jurusan Bahasa dan Sastra Rusia, Jurusan Bahasa dan Sastra Jerman, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Bahasa dan Sastra Cina, dan Jurusan Antropologi.

Dalam upaya untuk memperoleh ruang dan peluang yang lebih besar bagi berbagai upaya pengembangan, Fakultas Sastra juga berupaya mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Melalui upaya dan kerja keras, proses perubahan nama tersebut pada akhirnya memperoleh pengesahan dari Senat Universitas pada tanggal 5 Januari 2012, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran, No. 350/UN6.RKT/PP/2012 tertanggal 5 Januari 2012, tentang Penetapan Perubahan Nama Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Menjadi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Pada tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perubahan nama pun secara implisit telah memperoleh persetujuan, sebagaimana surat yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional Dodi Nandika kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nasional, No. 61783/A.A5/OT/2011, tertanggal 14 Juli 2011, perihal Perubahan Nama Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Perubahan nama fakultas menjadi fakultas Ilmu Budaya ini kemudian diluncurkan secara resmi pada tanggal 10 April 2012

Perkembangan Fakultas Ilmu Budaya yang dimaksud menjangkau  perluasan visi dan  misi Fakultas Ilmu Budaya. Sejalan dengan perubahan tersebut, Program Studi Sastra Sunda pun mengembangkan perspektifnya kepada upaya optimalisasi kurikulum dan SDM,  yang mengedepankan kontribusi lokalitas pada bidang bahasa, sastra, dan filologi dalam lingkup budaya Sunda bagi menyongsong tantangan global.