Yayan Septianto, Mahasiswa Sastra Sunda Peraih Best Talent Putra Putri FIB 2022

Putra Putri FIB adalah ajang pencarian bakat dengan tujuan untuk mencari mahasiswa dan mahasiswi unggul dalam berkarakter dan berbudaya dari Fakultas Ilmu Budaya yang nantinya akan menjadi perwakilan dari FIB di tingkat Universitas di ajang yang sama yaitu Putra Putri Padjadjaran. Tahun ini adalah tahun kedua Putra Putri FIB dilaksanakan. Tahun 2021 dilaksanakan secara daring, tahun ini (2022) dilaksanakan secara hybrid.

Rangkaian acara yang diikuti oleh peserta diantaranya penugasan penulisan esai, photoshoot, unjuk bakat dan masa karantina. Untuk masa karantina dilaksanakan luring selama tiga hari. Para peserta dibekali dengan berbagai macam pelatihan dan materi untuk bekal menjadi duta fakultas di tingkat Putra Putri Padjadjaran.

Delegasi dari Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) diwakili oleh Yayan Septianto (Putra) dan Desi Mulyani (Putri). Dalam acara puncak Putra Putri FIB, Yayan Septiano terpilih sebagai Putra Best Talent (Berbakat). Berikut petikan wawawancara singkat dengan Yayan Septianto sebagai finalis Bes Talent Putra Putri FIB 2022.

*

Bagaimana Yayan bisa terpilih mewakili Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) di ajang Putra Putri FIB 2022?

Yayan ditunjuk langsung oleh Pamass untuk ikut ambil bagian dalam ajang Putra Putri FIB di tahun 2022. Menurut pihak Pamass, Yayan terpilih karena meimiliki potensi dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Tim Pamass. Selain Yayan angkatan 2021, untuk putrinya diwakili oleh Ceu Desi Mulyani dari angkatan 2020.

Apa ada kriteria khusus untuk menjadi delegasi di ajang Putra Putri FIB 2022?

Untuk kriteriad delegasi Putra Putri FIB 2022, salah satunya tentang fisik dan penampilan, selain itu delegasi juga harus berkarakter, berbudaya, memiliki wawasan terkait ke-Unpad-an dan memiliki wawasan mengenai isu lingkungan.

Bagaimana perasaan Yayan ketika terpilih mewakili Pamass dan apa perisiapan yang dilakukan?

Awalnya kaget dan sempat insecure karena Yayan berpikir masih banyak kaka tingkat di Pamass dan teman-teman Yayan yang lebih pantas untuk menjadi wakil dari Pamass di ajang Putra Putri FIB. Tapi berhubung sudah diberi amanah oleh Pamass, Yayan mencoba berpikir postifi dan meyakinkan diri sendiri pasti bisa.

Adapun persiapan yang Yayan lakukan setelah terpilih menjadi wakil dari Pamass adalah menyiapkan mental sambil mencari berbagai informasi mendalam mengenai wawasan dan isu terkini tentang lingkungan. Selain itu, Yayan juga intens berkomunikasi dan banyak bertanya sekaligus belajar dari wakil Pamass di ajang Putra Putri FIB tahun 2021, baik itu ke Ceu Annisa Hudiya maupun Kang Rusliana.

Selain Yayan, yang mewakili Pamass ada Desi Mulyani dari angkatn 2020 atau kaka tingkat Yayan. Bagaimana cara Yayan membangun chemestry atau kerja sama?

Yayan dan Ceu Desi terus melakukan komunikasi dan belajar bersama, baik itu melalui sharing dan diskusi, bertukang pengetahuan terkait materi-materi yang didapat waktu pra-karantina. Selain itu dengan Ceu Desi sering menjadwalkan pertemuan langsung untuk mereview ulang materi-materi dan penugasan.

Kegiatan yang dilakukan pra-karantina?

Berlatih untuk unjuk kabisa menampilkan pintonan kesenian sesuai dengan minat masing-masing. Selain itu, ada penugasan dan persiapan lain yang terus dipersiapkan sebelum masa karantina yang dilaksanakan luring selama tiga hari di Fakultas Ilmu Budaya.

Tugas yang harus dikerjakan salah satunya adalah membuat essay dengan tema yang sudah ditentukan, komentar dewan juri rata-rata bagus, tapi masih standar dalam pendalaman topiknya. Adapun indikator pinilaian berupa kesesuain konten dengan tema yang diberikan, presentasi turnitin untuk mencegah plagiarisme dan kebaruan informasi mengenai konten yang dibahas.

Untuk materi unjuk kabisa atau penampilan seni, apa yang Yayan pilih?

Yayan memilih memilih menampilkan kesenian musik angklung dengan membawakan lagu Mojang Priangan. Alasan memilih menampilkan angklung karena eksistensi angkung saat ini sudah agak berkurang peminatnya terutama anak muda sehingga sebagai generasi muda Yayan ingin mengembalikan semangat cinta kepada alat musik Sunda yang terbuat dari bambu ini.

Selama masa karantina, salah satu fokus Yayan adalah berlatih angklung, kebetulan Yayan dirokemendasikan oleh Kang Rusliana untuk dilatih memainkan angklung oleh Kang Dedu dari angkatan 2020. Proses latihan angklung untuk persiapan unjuk kabisa dari mulai awal bulan ramadan kemarin.

Terkait dengan adaptasi dengan teman-teman atau delegasi lain di ajang Putra Putri FIB 2022 apa ada masalah mengingat sebelumnya perkuliahan dilaksanakan daring?

Untuk proses adaptasi tidak terlalu sulit karena ada beberapa orang yang sudah Yayan kenal dari kegiatan sebelumnya ataupun dari organisasi yang Yayan ikuti. Banyak sekali wawasan dan relasi dari proses sosialisasi dengan delegasi yang lain dari ajang Putra Putri FIB 2022 ini. Yayan jadi banyak teman dan tentunya menambah semangat untuk terus maju dan berkembang.

Apakah pembelajaran atau ilmu di Prodi Sastra Sunda membantu Yayan dalam ajang Putra Putri FIB 2022 ini?

Tentu saja. Banyak sekali ilmu dan pelajaran dari dosen-dosen di Prodi Sastra Sunda Unpad yang kemudian bisa diaplikasikan dan menjadi bekal berharga bagi Yayan dalam proses karantina Putra Putri Terbaik ini. Wawasan Yayan mengenai kesundaan selangkah lebih maju dari mahasiswa delegasi prodi lainnya, sehingga memudahkan Yayan dalam memahami materi tentang kesundaan dan keunpadan.

Apa rencana dan target Yayan kedepannya?

Ada tiga hal yang menjadi target Yayan kedepan. Yang pertama Yayan ingin menjadi salah satu peserta di ajang Indonesian International Student Mobility Awards atau IISMA dengan target Univerisiteit Amsterdam, Leiden University dan Hanyang University yang kedua Yayan ingin mengikuti Pilmapres baik itu tingkat fakultas, universitas maupun tingkat nasional dan yang terakhir minimal Yayan ingin menduduki satu posisi jabatan di BEM Universitas atau Fakultas. Saat ini Yayan tengah berusaha untuk menyiapkan untuk merealisasikan target-target tersebut.

Apa pesan Yayan untuk delegasi Pamass di ajang Putra Putri FIB 2023 tahun depan?

Jangan overthinking, jadilah versi terbaik dirimu sendiri dan jangan berhenti untuk bermimpi. Persiapkan dengan matang dan jangan malu untuk bertanya. Bermimpilah setinggi langit dan jika engkau jatuh maka akan terjatuh diantara bintang-bintang.

**

Yayan Septianto, lahir di Lebak Banten. Beberapa prestasi yang pernah diraih diantaranya: Juara Harapan 1 Mahasiswa Berprestasi FIB Unpad 2022, Peraih Medali Emas Bidang Geografi Ajang Future Science Olimpiade (FUSO) Tingkat Mahasiswa Nasional 2022, Peraih Medali Emas Bidang Studi Sejarah Ajang National Environmental Olympiad (NESO) Tingkat Mahasiswa Nasional 2022, Peraih Medali Perak Bidang Geografi Ajang Olimpiade Sains PRA-KSN (OSAK) Tingkat Mahasiswa dan Guru Nasional 2022, Peraih Medali Perak Bidang Kimia Ajang National Young Scientist Innovation Tingkat Mahasiswa Nasional 2022, Juara Harapan 1 Bidang Essay Ajang Literacy Numeracy Competition (LITYUM) Tingkat Mahasiswa Nasional 2022 dan Relawan Terpilih Dunia Literasi Program Indo Relawan 2022.

***

Kontributor tulisan dan wawancara:

TR
Ade Irma Setiani
, mahasiswa Prodi Sastra Sunda angkatan 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.